https://stdb-disbun.kutaitimurkab.go.id/storage/2022/ https://bimteksiakad.iain-manado.ac.id/image/sgacor/ https://ps.iainponorogo.ac.id/wp-includes/img/ https://taep.umm.ac.id/modules/-/sgacor/ https://perpus.poltekcwe.ac.id/image/pgacor/ https://dishutlh.papua.go.id/public/belakang/sgacor/

https://icab.brown.gob.ar/dana/ https://rsudsosodoro.bojonegorokab.go.id/wp-content/-/rs-dana/ https://training.dhis2.org/mod/ads/ https://plataformavirtual.fespugt.es/ads/ https://lms.zepter.com/local/system/ https://taep.umm.ac.id/certification/system/ https://lapor.jogjaprov.go.id/admin/ads/ https://rs.uns.ac.id/wp-includes/spulsa/ https://moodle.upng.ac.pg/comment/css/ https://taep.umm.ac.id/certification/app/ https://www.sipbj.banggaikab.go.id/fonts/

slot gacorslot gacor maxwinslot gacor terpercayaslot gacor hari inislot gacor 2024
Lemantun – Institut Kesenian Jakarta
Top
  /     /   Kronik Seni

Lemantun

Film Lemantun merupakan tugas akhir Wregas Bhanuteja saat menempuh studi di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 2014 dan sempat diputar pada perhelatan Jogja Asian-Netpac Film Festival (JAFF) 2014. Setelah itu Lemantun juga berhasil menyabet trofi Piala Maya 2015 untuk Film Cerita Pendek Terpilih dan Film Pendek Fiksi Terbaik XXI Short Film Festival 2015 pilihan Juri Indonesian Motion Picture Associations (IMPAS).

Film ‘Lemantun’ menceritakan kehebohan sebuah keluarga. Seorang ibu mencoba untuk membagikan warisan kepada lima anaknya. Wregas mengangkat kisah tentang lemari yang jadi warisan bagi sebuah keluarga. Lemari-lemari tersebut dibeli sebagai penanda lahirnya anak-anak si ibu. Satu anak satu lemari. Lemari adalah simbol dari rahim.

Lemantun menjadi simbol penerimaan ketika seorang anak bungsu menjadi satu-satunya yang tidak bisa membawa pulang warisan ibunya karena tidak punya rumah.

Film ini menggambarkan bentuk penerimaan terhadap kondisi yang tak mungkin diubah. Menerima segala kondisi dan berpasrah dan menjalani hari ke depan itu dengan penerimaan atau dalam kultur Jawa disebut ‘nerimo’ (acceptance).

“Sebuah cerita sederhana yang memiliki ledakan emosi yang luar biasa. Kalau saya memaknai lemari itu sebagai hati atau cinta. Tempat yang di dalamnya seseorang menaruh ‘dirinya’. Menaruh pengalaman, pengorbanan dan waktu. Menunjukkan serta menggambarkan bagaimana seseorang merawat itu. Oleh anak-anaknya yang bergelar dan berpangkat itu, cinta ibunya atau ‘legacy’ sudah tidak penting lagi. Beda dengan Tri yang tidak hanya mendayagunakan dan mau memberi arti ‘lemari’ itu dalam hidupnya, melainkan ia menjaga lemari itu seperti merawat ibunya sendiri. Membalas pengorbanan panjang yang telah dilewati ibunya dari setiap kelahiran yang ditandai dengan lemari,” demikian tulisan pada kolom komentar di youtube channel Wregas.

Film ini dibintangi oleh para artis senior dan eksekutif kondang dari Jawa Tengah. Selain Tatik Wardiono (Ibu), ‘Lemantun’ turut dibintangi oleh Den Baguse Ngarsa (Kakak 1), Agus Kencrot (Kakak 2), Titik Renggani (Kakak 3), Trianto Hapsoro (Kakak 4), dan Freddy Rotterdam (Tri, Adik Bungsu).

Wregas Bhanuteja

Simak terus!
#TahunEmasIKJ #50TahunIKJ #IKJ2020

Info lengkap: acara@ikj.ac.id



@kampusikj



@institutkesenianjakarta



Institut Kesenian Jakarta



Institut Kesenian Jakarta

Sebarkan :
Daftar News