https://kuesioner.oxygen.id/nbproject/private/spulsa/ https://rsudsosodoro.bojonegorokab.go.id/wp-content/-/rs-dana/ https://wisuda.isi.ac.id/wp-includes/system/sdana/ https://digilib.unjani.ac.id/wp-includes/block-editor/sdemo/ https://digilib.unjani.ac.id/wp-includes/class/sdana/ https://sinaker.dumaikota.go.id/vendor/orchid/img/ https://rsudsosodoro.bojonegorokab.go.id/wp-content/plugins/demo-gratis/ https://fab.uinsaid.ac.id/wp-includes/saidemo/ https://fad.unika.ac.id/wp-includes/system/spulsa/ https://ft.unika.ac.id/wp-includes/class-walker/spulsa/ https://lppm.ikj.ac.id/wp-includes/cache/
https://ap.uinsgd.ac.id/wp-includes/cache/ https://cms.uki.ac.id/pict/spulsa/ https://siak.insud.ac.id/cache/qris/ https://sidinar.bnn.go.id/app/system/ https://ikj.ac.id/wp-includes/dana/ https://cms.uki.ac.id/cache/gacor/ https://e-learning.uniba-bpn.ac.id/webservice/app/ https://mbkm.fik.dinus.ac.id/vendor/dana/
Building with Nature – Danny Yuwanda – Institut Kesenian Jakarta
Top
  /     /   Dosen IKJ

Building with Nature – Danny Yuwanda

Danny Yuwanda, S.Sn., dosen program studi Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta (FSRD IKJ) adalah salah satu dari 50 desainer Indonesia dan Belanda yang terpilih bergabung terlibat dalam “Building with Nature”, sebuah pameran yang menyorot potensi penggunaan material bangunan berbasis bio dalam rangka memfasilitasi kebutuhan papan yang berkelanjutan di masa depan, kolaborasi antara Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis di Jakarta, Company New Heroes (Belanda) dan Playo (Jakarta), yang berlangsung sejak 5 Juli hingga 27 Agustus 2022 di ruang eksibisi Erasmus Huis Jakarta.

Sarjana Kriya Kayu jebolan FSRD IKJ (2007 – 2012) bernilai A+ ini bersama Gazewanny.lab yang didirikannya sejak 2007 terbilang getol dalam melakukan kreasi dengan memperhatikan kebutuhan pasar. Keahliannya meliputi woodworking, wood carving, engineered wood products, product design sekaligus artis perupa yang menguasai 3D modeling, sketch-up, adobe illustrator, 3D rendering, autoCAD plant 3D. Danny Yuwanda dikenal sebagai seorang pekerja kayu dan desainer dengan pengalaman menangani semua aspek desain dan pengembangan produk sekaligus mencari peran baru yang meningkatkan keahliannya.

Danny menghasilkan berbagai produk seni maupun produk fungsional, yang materialnya adalah limbah kayu. Menurut Danny, limbah kayu dapat menjadi alternatif material. Meskipun material hanya limbah, dengan kreativitas, daya cipta, estetika dan ketrampilan teknis yang tinggi, akan menghasilkan karya yang juga bernilai tinggi.

Dalam tulisan profilnya yang terpampang di dinding ruang pameran Building with Nature di Erasmus Huis Jakarta, Danny menyatakan bahwa, “DENGAN KARYA DAN PENELITIAN SAYA, SAYA INGIN MEMBUKTIKAN BAHWA PENGOLAHAN KAYU DENGAN TEHNIK LAMINASI DAN UKIR DAPAT MENGINSPIRASI MASYARAKAT UNTUK MENGURANGI LIMBAH KAYU DALAM LINGKUNGAN”. Hal ini sejalan dengan prinsip GO-GREEN yang dicanangkan Institut Kesenian Jakarta dalam menerapkan Tri Darma Perguruan Tinggi di setiap aktivitas sivitas akademika dan lingkungan IKJ.

Program Studi Kriya Seni di FSRD IKJ meliputi peminatan: Kria Kayu, Kria Keramik, Kria Tekstil memiliki visi menjadi pusat pendidikan Kriya Seni yang tanggap pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kriya yang terintegrasi antar disiplin ilmu dan seni yang lain serta berkarakter budaya urban Indonesia.

Misi Prodi Kriya Seni adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran bagi peserta didik untuk mencapai kompetensi akademis dan keterampilan bidang kriya sebagai pencipta dan pengkaji kriya yang peka terhadap lingkungan, perkembangan teknologi dan dinamisasi sosial budaya; melakukan penelitian dan pengembangan untuk menjadi pusat penciptaan dan penelitian bidang kriya yang terbuka bagi seluruh masyarakat serta melakukan kegiatan kesenian khususnya kegiatan terkait bidang kriya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Tujuannya menghasilkan lulusan yang mampu menciptakan dan memproduksi karya kriya seni secara adaptif, produktif dan inovatif serta menghasilkan lulusan yang unggul dan mampu menyusun karya ilmiah yang dapat menyumbangkan dan mengembangkan pengetahuan dan keahlian di bidang kriya seni.

Program studi pada peminatan kriya kayu melatih mahasiswa untuk menjadi profesional yang terampil dalam menangani kayu sebagai seni. Kuliah-kuliah yang ditawarkan mempersiapkan mahasiswa untuk pada akhirnya menguasai pengetahuan yang luas dan keterampilan tinggi dalam seni kriya. Mereka juga mempelajari prinsip-prinsip desain produk yang mencakup sistem kerja mulai dari mendesain, merencanakan hingga memproduksi kriya kayu yang menekankan seni terapan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Materi studi yang diberikan meliputi pembahasan prinsip perancangan produk benda kriya kayu meliputi sistem kerja mulai dari perencanaan hingga produksi.

Di masa studi, Danny Yuwanda aktif dalam kegiatan sosial baik pameran, diskusi dan organisasi mahasiswa (himpunan mahasiswa kriya). Tak hanya di bidang kriya, namun juga dikenal aktif sebagai musisi dengan judul lagu-lagunya bernuansa alam (color, woodturningman, bamburustic, water in the flowing river, dll.)

“sugesti yang berlebihan dapat merusak pikiran yang terfokus, berhadapan dengan keraguan yang terkadang tidak benar menjadi sesuatu yang beneran

(IG@dannyuwanda: 14/12/’19)

*

 

BUILDING with NATURE

Pameran arsitektur Bulding with Nature dalam opening ceremony (12/7) menghadirkan Pascal Leboucq dan Lucas De Man dari Company New Heroes dan Adil Alba pendiri dan chief director Playo, dipandu Direktur Erasmus Huis, Yolande Melsert (Head Culture & Communication).

Building with Nature”, merupakan tajuk pameran arsitektur yang mewujud dalam sebuah karya berbentuk dua rumah, merepresentasikan rumah Belanda dan rumah Indonesia yang disusun dari 50 biobased materials dengan skala 1:10, melibatkan lebih dari 50 desainer Indonesia dan Belanda (dalam bentuk miniaturnya).
Karya tersebut terinspirasi dari proyek ternama Erasmus Huis dan Company New Heroes, “The Exploded View”, satu rumah dengan 100 material bangunan berbahan dasar alami berskala 1:1, dipamerkan di Belanda.

Pascal Leboucq dan Lucas De Man di Erasmus Huis Jakarta (8/6).

Building with Nature adalah pameran yang menggambarkan kemungkinan bahan bangunan alami untuk menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. Material yang digunakan sangat beragam dan memberikan aroma yang menarik. Misalnya atap, furniture, lantai, lapisan dinding rumah yang terbuat dari rumput laut, pelepah pisang, ampas kopi, lokan, serbuk kayu, kulit udang, jagung kering, kayu olahan dan sebagainya.

Pameran berpusat pada dua rumah –rumah Belanda dan rumah Indonesia– skala 1:10, dibuat oleh Pascal Leboucq dan Lucas De Man bekerja sama dengan lebih dari 50 desainer dari kedua negara. Rumah-rumah tersebut didasarkan pada proyek mereka yang terkenal di dunia The Exploded View, seperti tersebut di atas.

Pameran ini bukanlah sebuah karya dari barat, ini adalah kolaborasi antara 2 dunia. Pascal dan Lucas, bersama-sama dengan Design Connector Playo (Jakarta), mengundang desainer dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam pameran melalui open call. Lebih dari 20 desainer inovatif dengan bahan mereka dipilih. Salah satu di antaranya adalah, Danny Yuwanda, S.Sn. pengajar di program studi Kriya FSRD-IKJ.

 

Sebarkan :
Daftar News