https://cms.uki.ac.id/demo/ https://sigastra.radenintan.ac.id/app/sgacor/ https://fp.umi.ac.id/sgacor/ https://alatberatbekasjepang.com/ https://rumahnegara.imigrasi.go.id/rumah-dinas/-/ https://cms.uki.ac.id/pict/spulsa/ https://portaltest.hubla.dephub.go.id/storage/app/ http://mesin.ft.unand.ac.id/plugins/dana/ https://e-mahan.lampungprov.go.id/demo/ https://eadmin.gkjw.or.id/sdana/ https://simpatiacademy.sumedangkab.go.id/app/sgacor/ https://library.usm.ac.id/wp-includes/demo/ https://e-mahan.lampungprov.go.id/media/app/ https://e-office.banjarkota.go.id/application/app/

https://icab.brown.gob.ar/dana/ https://m.jskl.edu.my/wp-includes/sdana/ https://rsudsosodoro.bojonegorokab.go.id/wp-content/-/rs-dana/ https://wisata.rembangkab.go.id/ntoto/ https://eproc.jawapos.co.id/assets/sdana/ https://newepaper.jawapos.co.id/system/sgacor/ https://digilib.unjani.ac.id/wp-includes/class/sdana/ https://elok.utara.banjarmasinkota.go.id/cache/sdana/ https://sinar.febi.iainlangsa.ac.id/febisystem/plugins/selotgacorku/ https://convocacion.maristas.edu.mx/assets/vendor/sdana/ https://jheat.terengganu.gov.my/wp-includes/sgacor/ https://www.spactiva.es/system/sgacor/ https://nsm.covenantuniversity.edu.ng/wp-includes/sqris/ https://experiencia360sjl.ucv.edu.pe/webxr/dana/

https://fkip.uki.ac.id/vendor/ https://ppid.inka.co.id/css/ https://simpuh.tegalkab.go.id/link-maxwin/ http://aqaa.usc.edu.eg/vendor/ https://tracerstudy.fatek.unpatti.ac.id/tmp/slot-qris/ https://siaril.radenintan.ac.id/css/ https://saremhospital.org/vendor/ https://buku.ortax.org/sgacor/ https://feb.uki.ac.id/css/ https://fkip.unsulbar.ac.id/wp-includes/js/sdana/
Ballet Betawi – Institut Kesenian Jakarta
Top
  /     /   Kronik Seni

Ballet Betawi


 

Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta turut mendukung Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta menggelar program Telisik Tari “Ballet in Batavia”, Jum’at 6 Desember 2019 di Graha Bhakti Budaya (GBB) Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

 

Dr. Julianti Parani, tokoh budaya dan peneliti tari sekaligus penari ballet yang telah awal di masa mudanya kerap memadukan unsur Betawi dalam karya-karya koreografinya, memaparkan asal muasal idenya tersebut dalam sesi diskusi siang di Gedung Serba Guna Pascasarjana IKJ bersama Bambang Bujono, Sonya Indriati Sondakh, Ardianti Permata Ayu, Engkar Nori dipandu moderator Josh Marcy sebelum pementasan.

 

Rebab, gendang, kenong, marawis, rebana dan sederetan perangkat musik Betawi lainnya berjuluk gambang kromong berjejer di depan panggung mengiringi atraksi sendratari khas Betawi dari Jakarta Ballet Dancers karya kolaboratif koreografer Betawi, Atin Kiesam.

 

Dibuka dengan tampilan tari dari para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 57 ini telah memukau penonton, mengingat durasi latihan yang hanya 6 hari. Andrew Greenwood koreografer ballet dari Belanda memandu para siswa siswi ini. Karya yang menggabungkan tehnik dasar dalam gerakan ballet yang paling sederhana ini lebih menitikberatkan pada posisi tubuh, lengan dan tungkai, bahu, leher serta kepala.

 

 

Dibalut kostum Betawi, gerakan gibang, kewer, koma putes, goyang plastik hingga cendol ijo berpadu dengan gerakan ballet epaulement dalam posisi croise, ouvert dan efface hingga pas de chat, pertunjukan bernafas tradisi dengan mengambil gerak dasar tradisional tersebut tampil segar dan mengundang applaus sangat meriah dari penonton.

 

 

Rusdi Rukmarata dari Eksotika Karmawibangga Indonesia Dance Company dalam lecture performancenya yang dipraktikkan langsung oleh Aiko Senosoenoto menjelaskan bahwa kreativitas itu seperti racikan bumbu yang bisa mencipta resep baru, antara tarian tradisional dan kontemporer yang kemudian menjadi fusion.

 

Danton Sihombing, Plt. Ketua Dewan Kesenian Jakarta menyebutkan program semacam ini adalah karya kolaborasi yang luar biasa dan menjadi perhatian utama DKJ dalam memupuk dan membina apresiasi publik. Ketua Komite Tari DKJ Yola Yulfianti sekaligus Koordinator Program Studi Penciptaan di Sekolah Pascasarjana IKJ, menambahkan bahwa program ini selain untuk lebih memperkenalkan tari ballet dari sejarah awal mula masuk ke Jakarta saat masih bernama Batavia di masa kolonialisme Belanda, juga dimaksudkan untuk lebih menghargai perbedaan dan membaurkan batas yang ada menjadi hal baru dan memperkaya budaya.

 

Didukung skenografi yang apik dan komposisi musik menarik, tampilan segar sendratari dibuka dan ditutup dengan nyanyian pantun khas Betawi.

 

© Taris Sakira Photograph

 

Sebarkan :
Daftar News